1001+ KISAH NABI

KISAH NABI IDRIS

pixel.com

NASEHAT DARI NABI IDRIS AS

Nabi idris adalah keturuanan keenam dari Nabi Adam as. Dia adalah putra dari Qabil dan Iqlima (putra dan putri Nabi Adam as).

Saat itu, Allah memerintahkan Nabi Idris untuk mengajak selurus manusia agar berjalan pada kebenaran. Saat itu dia adalah manusia pertama yang menertima wahyu lewat Malaikat Jibril ketika dirinya berusia 82 tahun

Sebagai seorang Nabi, dia memiliki mukjizat atau kelebihan, yaitu:

  1. Manusia pertama yang pandai bca tulis dengan pena.
  2. Nabi Idris diberi macam-macam pengetahuan mulai merawat kuda, ilmu perbintangan (falaq), hingga ilmu berhitung yang sekarang dikenal dengan matimatika.
  3. Nama Idris diberi berasa dari kata darasa yang belajar. Nabi Idris pun sangat suka belajar, dan tekun mengkaji fenomena alam semesta.

Nabi Idris mendapatkan gelar sebagai ‘Asadul Usud’ yang artinya singa,karena ia tidak pernah utus asa ketika menjalankan tugasnya sebagai seorang nabi. Beliau tidak takut menghadapi umatnya yang kafir. Namun beliau tidak pernah sombong, beliau juga memiliki sifat pemaaf.

Nabi pertama yang melihat surga dan neraka

Suatu hari ketika nabi dan malaikat izroil beribadah Bersama, kemudian Nabi Idris mengajukan permintaan unik.

“ bisakah engaku membawa saya melihat surge dan neraka, wahai malaikat Izroil?”
tanya nabi Idris.

Malaikat  Izroil pun menjawab “wahai nabi Allah, lagi-lagi permintaan darimu seungu aneh. Mengapa engkau meminta hal itu? Bahkan para malaikatpun takut melihat neraka, wahai Nabi Allah.”

Nabi Idris menjawab, “terus terang, saya takut sekali dengan azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan iman saya menjadi tebal setelah melihatnya”

Kemudian malaikat Izroil meminta kepada Allah dan mendapatkan restu. Keduanya pun pergi melihat neraka. Saat hampir dekat, Nabi Idris as langsung pingsan. Malaikat penjaga neraka merupakan sosok yang sangat menakutkan.

Beliau menyeret dan menyiksa manusia-manusia yang durhaka kepada Allah semasa hidupnya. Nabi Idris as tidak sanggup menyiksakan berbagai siksaan yang sangat mengerikan. Tidak ada pemandangan yang lebih mengerikan dibandingkan dengan neraka.

Api berkorbar dahsyat, bunyu yang bermuruh menakutkan dan hal-hal yang mengerikan lainnya. Nabi Idris meninggalkan dengan tubuh yang lemas. Tujuan kedua, Malaikat Izroil mengantarkan Nabi Idris ke Surga.

Di setiap penjuru ada pohon yang menghasilkan buah-buahan, buahnya pun begit segar, ranum dan harum.

Setelah puas berkeliling, Malaikat Iroil mengajak pulang ke bumi. Namun Nabi Idris enggan dan ingin tetap di surga. “tuan boleh tinggal disini setelah kianat nanti, setelah semua amal ibadah dan hisab oleh Allah, baru tuan bisa menghuni surge bersama para nabi dan orang beriman lainnya,” ujar Malaikat izroil

Kemudian Nabi Idris as menjawab. “saya ingin beribadah sampai hari kiamat nanti”.

MENGERIKANNYA SAKARATUL MAUT

Suatu ketika, Malaikat maut Izroil yang sudah bersahabat lama dengan Nabi Idris meminta izin kepada Allah untuk tutun ke bumi untuk bertamu Nabi Idris. Dia merasa sangat rindu untuk bertemu dengan Nabi Idris. Dan Allah mengizinkan.

Malam itu, Nabi idris kedatangan seorang yang membawa banyak sekali buah-buahan. Tentu saja dia adalah Malaikat Izroil yang menyamar. Nabi Idris tidak menghetauinya.

Nabi Idris menawarkan makanan itu kepada Izroil namun di tolaknya. Akhirnya mereka berbincang-bincang dan keluar berberjalan melihat pemandangan sekitar. Tak terasa sudah empat hari mereka Bersama.

Karena sudah akrab, Nabi Idris muali curiga gerak-gerik sang tamu. Dengan rasa yang penasaran yang tinggi akhirnya Nabi Idris pun bertanya.

N: hei engkau, siapa sebenarnya engkau ?

M: Maaf Ya Nabi Allah Saya adalah Izroil

N: Maiaikat Izroil? Kau kah itu? Sang pencabut nyawa?

M: benar ya Nabi Allah

N: Sudah empat hari engkau Bersamaku. Apakah engkau juga menunaikan tugasmu dalam mencabut nyawa makhluk-makhluk dunia ini?

M: wahai Nabi Allah, selama empat hari ini banyak sekali yang telah saya cabut, Roh mahkhlu-makhluk itu bagaikan hidangan di hadapanku, aku ambil mereka bagaikan seseorang sedang menyuap-nyuap makanan.

N: wahai Malaikat Izroil. Lantas apa maksud dari kedatangan engkau kemari? Adakah engkau ingin mencabut nyawaku?

M: tidak ya Nabi Allah, Saya dating kemari untuk mengujungimu, karena rindu dan Allah mengizinkan

N: wahai Malaikat Izroil. Saya punya satu permintaan dan tolong kabulkan. Tolong cabut nyawa saya. Dan meminta izin Allah untuk mengembalikan nyawa saya. Saya hanya ingin merasakan sakaratul maut yang banyak orang katakana dahsyat

M: sesungguhnya Saya tidaklah mencabut nyawa seseorang pun, melaikan izin Allah

Kemudian Allah mengabulkan permintaan Nabi Idris. Dan malaikat Izroil pun mencabut nyawa Nabi Idris saat itu juga. Malaikat Izroil menangis melihat sahabatnya merasakan kesakitan. Setelah mati, Allah meghidupkan kembali Idiris.

Setelah hidup Nabi Idris menangis sejadi-jadinya. Dia tidak bisa membayangkan jika manusia-manusia lain mengalami sakaratul maut dengan kedahsyatan yang sama. Nabi Idris tidak tefa dengan umatnya harus sengsara di ujung hidup dan mati. Sejak saat itu, Nabi Idris makin giat mengjak umatnya untuk senantiasa berbuat baik dan jujur untuk hal yang benar.

Nabi Ilyas as

Nabi yang masih hidup sampai saat ini juga di antaranya nabi Ilyas as. Dalam kisahnya, nabi Ilyas yang sedang istirhat di datangi izrail untuk menjemput roh nabi ilyas. As.

Namun pada saat itu, Nabi Ilyas bersedih karena beliau berfikir jika dirinya mati maka dia tak akan dapar berdziikir dan bertasbih lagi kepada Allah. Keluh kesah ini didengar Allah sebagai doa, sehingga di kabulkanlah permohonan Nabi Ilyas untuk terus hidup dan berdzikir kepada Allah hingga tiba hari  akhir nanti.

Allah berfirman, “biarlah dia (ILYAS) terus hidup di taman untuk berbisik dan mengadu serta bedzikir kepadaku hingga hari akhir nanti”. Maksud ‘taman’ itu artinya sebuah lam yang di huni oleh manusia-manusia gaibn yang di sebut sebagai alam rijalul ghaib.

Alam ini pararel dengan alam kita yang dengan hitungan waktu yang sama, hanya saja penghuni tidak lekang di makan waktu.

Dimanakah itu?? Hanya ALLAH SWT yang bisa menjawab.

Nabi khidir AS

Nabi khidir di perintahkan dari Allah melalu sebuah mimpi, di dalaman mimpi di sebutkan Allah memperentikahkan nabi Khidir as untuk berjalan kea rah barat. Kumdian beliau di perintahkan melakukan lima hal.

Terkait lima hal peristiwa akan beliau temui sepanjang jalan.

  1. pertama, makanlah apa yang engkau lihat (hadapi)..
  2. sembunyikanlah apa yang kamu temukan.
  3. terimalah apa yang dating kepadamu.
  4. jangan kecewakan apa yang dating kepadamu.
  5. larilah kamu dari yang apa yang di temui

Keesokan harinya, Nabi Khidir as berjalan kea rah yang di perintahkan. Agak lama perjalanan yang di tempuh, sosok yang di utus sebagai salah satu guru kehidupan Nabi musa AS ini bertemu dengan sebuah bukit. Nabi Khidir as bingung.

Sebab, perintah perrama dalam mimpinya semalam menyebutkan, “ makanlah apa yang kamu temui”
beliaupun menebalikan tekad, mengumpulkan keyakinan. “ aku,” ujar Nabi Khidir as, “ di perintahkan untuk memakan apa yang aku temui, tapi ini sunggu mustahil (memakan bukit)

Namun Nabi Khidir as terus mendekat kea rah bukit hingga datanglah sebuah ke ajaiban. Bukit itu mengecil hingga sebesar roti. Nabi Khidir as pun mengambilnya dengan tangan lantas memasukannya ke dalam mulut.

“alhamdulilliah, aku telah berhasil melakukan pertintah yang pertama. Mudah-mudahan Allah memudahkan bagiku untuk menerima pelajaran yang tersirat di dalamnya.”

Di tengah perjalanan,beliau menjumpai benda kedua. Sebuah mangkuk berbentuk emas. Beliau langsung ingat dengan perintah dalam mimpi agar segera menyembunyikan. Maka beliau bergegas menggali tanah menyembunyikan mangkuk tersebut.

Anehnya, magkuk ema situ bisa bergerak. Setelah di masukan ke dalam lubang, mangkuk itu bisa menembus tanah dan kembali ke permukaan. Terus begitu. Terulang berkali-kali.

Nabi Khidir as tidak menghiraukan mangkuk emas yang kembali muncul ke permukanaan tanah berkali. Beliau melanjutkan langka menuju arah perintah Allah di mimpinya.

Di tengah melanjutkan perjalanan, ada seekor burung kecil menghampirinya. Beliau tengah dikejar oleh seekor elang. Kapada burung kecil, Nabi Khidir as teringat perintah ketiga : terimalah apa yang dating kepadamu. Maka beliau pun menerima kehadiran si burunf dan menyimpannya dengan baik.

Tak lama setalah itu, datanglah elang yang kelaparan. Tanya si elang “ apakah tuan melihat seekor burung yang tengah berlari ? aku didera lapar. Jika melihatnya tolong beritahu kepadaku”.

Nabi Khidir kembali didera kebingungan. Burung elang adalah hal keempat yang beliau temui. Perintahnya, jangan kecewakan yang daang kepadamu, penuhi hajatnya.

Di waktu yang sama, Nabi Khidir AS merasa kasihan jika harus melepas burung kecil, karena nyawanya terancam. Beliau pun diam sejenak hingga mendapatkan ilham.

Akhirnya Nabi Khidir AS membuat kesepakatan dengan burung kecil dan burung elang. Beliau hendak memotong tubuh butung kecil, sebagian di berikan kepada si elang.

Alhamdullilah, bisik Nabi Khidir AS, karena Allah aku bisa melakukan apa yang di perintahkannya. Nabi Khidir AS lantas bergegas melanjurkan perjalanan. Masih ada satu hal yang akan beliau temui. Saat tengah melihat sekeliling, terdapatlah seonggok bangkai. Inilah peristiwa kelima yang di perintahkan, tinggalkan apa yang kamu temui. Jangan hiraukan.

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *