APA GUNANYA HIDUP?

HANYA SEMENTARA

PEXEL

Di artikel pengalaman saya sebelumnya telah menceritakan awal saya sakit parah,bisa di bilang saya sekarat haha.sekarat dari soal ruqyah atau jiwa. Setelah bebarapa minggu saya dirumah,hati saya sudah berbahagia karena merasa sakit ini telah berakhir,jaitan di pungung saya pun sudah kering dan di lepas.

Netizen tau yang saya rasakan? Di hari pelepasan jaitan saya sangat bahagia karena penderitaan saya sudah berkurang.

MALAM ITU TIBA

PEXEL

Sebetulnya cukup sedih untuk di ceritakan,tapi harus di ceritakan.
malam itu tiba saat saya sedang tertidur pulas,saat itu sudah tengah malam saya pun terbangun dengan kaki kiri yang sangat sakit dan ada beberapa orang yang melihat ke arah saya.

Di tempat itu ada dokter,ayah saya dan om sedang memandang saya. Dengan bingung saya memegang kaki yang sakit, sakitnya itu seperti di kesemutan parah.

Dan akhirnya saya terbangun dan itu hanya mimpi saja, tapi kaki yang saya rasakan di mimpi itu terasa nyata, kaki kiri saya terasa kesemutan sampai tidak bisa di geraki, saya pun menangis,penyakit itu menyerang kaki saya lagi.

Di pagi haripun semakin parah, hingga saya tidak bisa buang air kecil.betapa tersiksanya saya hingga saya di bawa ke ruang UGD untuk di berikan kateter.

Sayapun semakin merasa sedih,sangat sangat sedih,tidak ada semangat sedikitpun.kenapa saya masih di berikan penderitaan seperti ini??
kenapa saya?.

Seminggu penderitaan saya terus bertambah, mulai dari saya buang air kecil memakai kateter, tidak bisa beraktifitas, kaki kiri saya tidak terasa apapun, badan saya semakin mengecil, kelanjar saya semua pecah,saya berjalan dengan jinjit.

Bekas jaitan yang baru saja di lepas sudah kembali membengkak, hati saya sangat sedih, sudah tidak ada lagi gairah hidup.

Setiap hari saya hanya melamun saja, memikirkan apa yang harus saya perbuat, buat apa waktu itu saya melakukan oprasi yang menghabiskan dana banyak dan sekarang saya sakit lagi dan lebih parah.

Hidup saya benar-benar tidak ada rasanya, setiap hari nangis, sedih, tidak bisa berbuat apa-apa.Setiap gerakan saya merasa sakit,tidur tidak bisa berbaring,selalu miring ke kanan atau ke kiri, kalau tidur selalu melihat makhluk-makhluk aneh.

HABISNYA JIWA

PEXEL

Bisa di bilang setelah mendapatkan sakit yang ke dua ini, sudah tidak memiliki jiwa, saya sudah sekarat,  kalau bisa mati saat itu dan sempat berharap seperti itu. Karena memang jiwa saya sakit. Bisa di bilang menjadi gila.

Emosi saya tidak stabil, tiba-tiba saya gampang marah, gampang nangis, memikirkan yang tidak semestinya, membayangkan untuk bunuh diri. Mungkin yang membaca ini akan bilang lebay banget. Tapi memang kenyataan seperti itu.

Jiwa dan pikiran saya terserang penyakit juga, tidak kuat menghadapi kenyataan.
sudah jauh dari Allah, saking sangat capeknya menghadapi kenyataan.

Merasa hidup tidak adil.
kenapa selalu ada orang sakit parah? Kenapa ga langsung meninggal aja ?
kenapa selalu ada orang cacat? Kenapa ga langsung meninggal aja ?
kenapa selalu ada orang autism? Kenapa selalu di bully ? kasian jiwannya..
buat apa mereka di ciptakan?
pasti hidup mereka sangat sengsara,sangat memakan jiwa…

Buat apa setan di ciptakan?
cukup dengan di serang penyakit kita juga sudah Lelah dengan kenyataan
apakah saya bisa kembali normal kembali?
kenapa jin bisa membuat kaya sesorang? Kenapa jin bisa menyembuhkan manusia? Bukannya hanya ALLAH SWT yang bisa berbuat seperti itu?

Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang muncul sendiri di dalam diri saya
saya hanya memikirkan itu itu dan itu.

Sudah parahnya jiwa saya terserang oleh penyakit ini.saya sudah berusah mendekatkan diri kepada ALLAH di part 1. Tapi kenapa ALLAH masih tidak memberi saya kesembuhan. Biaya kemarin itu sudah sangat mahal.

 

PASRAH

PEXEL

Di waktu ini saya menjadi sangat-sangat pasrah.

-Saya sudah mencoba Sampai operasi tapi? Infesiknya ada lagi.

-Saya ingin operasi lagi? Nanti percuma muncul-muncul lagi.

-Di diemin nanti saya akan lumpuh total.

-Biaya lagi pasti banyak keluarnya

-Meninggal? Gapapa,asal hilang penderitaan saya (itu dulu ya).

Tapi disini orang-orang tersayang saya sealalu berusah membuat saya kuat dan selalu memotivasi agar terus bisa menghadapi kenyataan yang di dapat.

Ayah dan ibu saya,seorang pahlawan berusaha mencari jalan keluar yang bisa membuat sembuh.karena melihat saya sudah sangat pasrah Orang Tua terus memberikan semangat dan Motivasi

Mungkin mereka sedih melihat keadaan yang seperti ini.Akhirnya Orang Tua
mendapatkan cara agar bisa mudah, Dokter Mahdian memberi saran kepada Ibu saya agar menunggu 1 bulan agar pembengkakan di tulang belakang saya pecah.

Setelah kulit sudah tidak bisa menampung infesksi tersebut baru dilakukan Operasi ke 2 dan di tempat yang sama.

 

ICU

pexel

Untuk 1 bulan yang penuh saya hanya merenungi nasib, memikirkan apa yang akan terjadi setelah operasi ke2.

Akhirnya untuk ke 2 kalinya saya melakukan operasi di Rumah Sakit yang berbeda
dengan berat hati mencoba untuk melakukan apa yang disuruh Orang Tua.

Sesampainya dirumah Sakit tidak langsung mendapatkan kamar, saya harus berada di ruang UGD selama 12 jam, menunggu kamar yang kosong.

Saya sudah merasa terpuruk sekali,tidak ada gairah untuk melakukan apapun
hanya menjalankan harinya di kamar dengan diam dan bermain hp. Saat siap di bawa keruang operasi, saya biasa-biasa saja. Tidak mau berharap banyak

Hanya takut kalau berharap banyak tidak dapat apa yang di harapkan.
setelah keluar dari ruang operasi penderitaan belum selesai,karena berbeda dengan rumah sakit sebelumnya, saya harus  di kasih sonde dengan cara paksa.

Dengan memasuki selang ke dalam perut sampai lambung, sesi ini yang paling menyiksa, saya harus di bangunin paksa setelah di bius total dan di paksa di masukan sampai lambung.

Ini adalah hal tidak harus di lakukan, tetapi ini adalah prosedur Rumah Sakit, jadi mau gamau harus di paksa dan harus berada di ruang ICU 2 hari setelah operasi.

Tidak bisa minum, dan buang air dan makan, Semua melewati selang, ini sangat menyiksa, saya meminta Suster untuk melepas sonde yang sangat menyiksa.
sampai berbicara kepada Dokter Mahdian agar sonde segera di lepas.

Hal itu membuat saya trauma berada di ruang ICU, suasana yang sangat sunyi dan hanya suara denyut-denyut pasien membuat sangat stress ingin segera keluar dari sana,tidak bisa melakukan apa-apa,tidak berdaya.

Dan akhirnya saya di keluarkan dari ruangan yang sangat menyedihkan itu.

Setelah itu alhmdullilah wasyukurillah bisa sembuh dan menjalankan kegiatan,walaupun tidak kembali 100% seperti dulu ,kaki bagian kiri masih terasa bermasalah.tulang belakang masih bolong dan belum tumbuh

belum tumbuh,selalu meminum obat selama 1 tahun full tidak boleh putus kalau sempat putus atau telat sehari diulang dari ulang untuk pengobatannya.

Sekarang sudah bisa bermain fusal, berlari, banyak makan dan alhamdullilah badan kembali ideal, bisa berbisnis kembali.
menuruskan bisnis kucing yang sangat sibuk itu sampai sekarang dan insyaAllah akan seterusnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *